Update Banjir dan Longsor di Mamuju Sulbar: 4 Orang Tewas 1.972 Jiwa Terdampak

oleh -209 Dilihat
oleh

Update Banjir dan Longsor di Mamuju Sulbar: 4 Orang Tewas 1.972 Jiwa Terdampak

Mamuju Dilanda Banjir dan Longsor, 4 Warga Tewas dan Ribuan Jiwa Terdampak

Mediaex Mamuju – Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor kembali melanda Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Minggu (26/1/2025) petang, mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat empat orang meninggal dunia, tujuh unit rumah rusak, dan 1.972 jiwa terdampak akibat peristiwa ini.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa banjir dan longsor ini disebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Mamuju selama kurang lebih empat jam berturut-turut. Curah hujan yang deras memicu meluapnya sungai dan rembesan air dari lereng perbukitan, sehingga memicu longsor di beberapa titik.

“Daerah terdampak bencana ini meliputi empat kecamatan, yaitu Kecamatan Mamuju (Kelurahan Binanga dan Desa Bambu), Kecamatan Kalukku (Kelurahan Bebanga, Desa Pammulukang, dan Desa Ahuni), Kecamatan Simboro (Kelurahan Simboro), serta Kecamatan Tapalang (Desa Orobatu),” ujar Abdul Muhari, Senin (27/1/2025).

BNPB mencatat, dari total warga terdampak, sebagian besar mengalami kerusakan rumah ringan hingga berat, sementara fasilitas umum seperti jalan, jembatan kecil, dan fasilitas sekolah mengalami kerusakan. Tim tanggap darurat BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat dan aparat setempat langsung menerjunkan tim evakuasi dan bantuan logistik, termasuk air bersih, selimut, dan paket pangan untuk masyarakat yang terisolasi.

Selain itu, sejumlah akses jalan menuju desa-desa terdampak mengalami kerusakan parah akibat tanah longsor, sehingga mempersulit proses evakuasi dan distribusi bantuan. “Kami saat ini menyiapkan alat berat untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor dan mengevakuasi warga yang terjebak di daerah rawan banjir,” tambah Abdul Muhari.

Para korban meninggal tercatat berasal dari dua desa berbeda. Tim medis dan relawan lokal bekerja secara intensif untuk membantu warga yang terluka maupun yang membutuhkan perawatan kesehatan darurat. Selain korban jiwa, laporan awal menunjukkan adanya hewan ternak yang hanyut, dan lahan pertanian yang terendam air, berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi jangka panjang bagi masyarakat terdampak.

Kepala BPBD Kabupaten Mamuju, H. Aminuddin, meminta warga untuk tetap waspada. “Kami mengimbau masyarakat untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, terutama bagi keluarga dengan anak-anak dan lansia. Curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Pihak pemerintah daerah juga telah membuka posko tanggap darurat bencana di tiap kecamatan terdampak, dengan tujuan mempermudah koordinasi penanganan bencana, distribusi bantuan, dan pemantauan kondisi warga. Selain itu, koordinasi dengan TNI, Polri, dan relawan lokal terus diperkuat untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

Fenomena banjir dan longsor di Mamuju ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. BNPB menegaskan pentingnya sistem peringatan dini, pemetaan wilayah rawan bencana, dan edukasi mitigasi agar kerugian dan risiko jiwa dapat diminimalisir.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.