
Mamuju Targetkan 7.000 Hektare Lahan untuk Penanaman Jagung, Dorong Swasembada Pangan dan Peningkatan Ekonomi Daerah
Mediaex Mamuju — Pemerintah Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), menargetkan sekitar 7.000 hektare lahan untuk penanaman jagung, sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung Kabupaten Mamuju hingga mencapai 30 ribu ton per tahun, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pertanian.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju, Suiab, saat ditemui di Mamuju, Rabu (27/11/2025). Menurut Suiab, pemerintah kabupaten bekerja sama dengan Polda Sulawesi Barat, kelompok tani, serta masyarakat lokal dalam mempersiapkan lahan seluas 7.000 hektare tersebut. Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan program, termasuk dalam hal keamanan, pendampingan teknis, dan pengelolaan produksi.
“Kami menargetkan peningkatan produksi jagung hingga 30 ribu ton per tahun. Program ini sejalan dengan program penanaman satu juta hektare jagung yang dicanangkan pemerintah pusat, untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Semua pihak perlu bersinergi agar target ini tercapai,” ujarnya.
Latar Belakang Program
Program swasembada pangan menjadi prioritas pemerintah Indonesia dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan. Jagung dipilih sebagai komoditas strategis karena kandungan gizi tinggi dan perannya sebagai bahan baku pakan ternak, industri pangan, serta bahan baku olahan.
Kabupaten Mamuju memiliki potensi lahan yang cukup luas serta kondisi agroklimat yang mendukung tanaman jagung. Dengan dukungan pemerintah dan aparat keamanan, program ini diharapkan mengurangi ketergantungan impor jagung, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Selain aspek produksi, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya pendampingan kepada kelompok tani agar penerapan teknologi pertanian modern, seperti penggunaan benih unggul, pupuk organik, dan irigasi efisien, dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas jagung.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Peningkatan luas lahan jagung ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi sektor pertanian dan ekonomi lokal, antara lain:
-
Meningkatkan Pendapatan Petani: Dengan luas lahan yang lebih besar dan teknik pertanian modern, petani dapat meningkatkan hasil panen dan pendapatan.
-
Mendorong UMKM dan Industri Lokal: Jagung sebagai komoditas utama akan mendukung pabrik pakan ternak, industri makanan olahan, dan perdagangan lokal.
-
Menciptakan Lapangan Kerja: Proses penanaman, panen, hingga distribusi jagung akan menyerap tenaga kerja lokal, termasuk petani muda.
-
Ketahanan Pangan: Meningkatkan ketersediaan jagung lokal akan mengurangi risiko kelangkaan dan fluktuasi harga di pasar.
Menurut Suiab, keberhasilan program ini juga tergantung pada partisipasi masyarakat dan kelompok tani, sehingga mereka merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap keberlangsungan program.
Pendampingan dan Kolaborasi
Dalam pelaksanaannya, pemerintah Kabupaten Mamuju melibatkan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Sulawesi Barat untuk membantu pengawasan dan memastikan keamanan lahan pertanian. Pendampingan teknis juga diberikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Mamuju, termasuk pelatihan cara menanam, pemupukan, dan pengendalian hama.
Selain itu, pemerintah kabupaten mendorong adanya kelompok tani berbasis teknologi digital, sehingga catatan produktivitas, distribusi, dan stok dapat dipantau secara real-time. Hal ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pelaksanaan program.
Harapan dan Target Jangka Panjang
Suiab menekankan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi jagung semata, tetapi juga menciptakan ekosistem pertanian berkelanjutan di Mamuju. Dengan dukungan penuh pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, dan kelompok tani, target 7.000 hektare penanaman jagung diyakini dapat tercapai dalam satu musim tanam penuh.
“Kami berharap program ini menjadi contoh sukses ketahanan pangan daerah, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mendukung program nasional. Partisipasi semua pihak sangat penting untuk mewujudkan target produksi jagung dan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah Kabupaten Mamuju berencana mengembangkan program diversifikasi jagung untuk mendukung industri pangan lokal, termasuk produksi tepung jagung, pakan ternak, dan olahan makanan siap saji. Hal ini diharapkan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Kesimpulan
Program penanaman jagung seluas 7.000 hektare di Kabupaten Mamuju merupakan langkah strategis dalam mendukung swasembada pangan nasional, meningkatkan ketahanan pangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, kelompok tani, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program.
Dengan pendampingan yang tepat, penerapan teknologi pertanian modern, serta dukungan penuh semua pihak, Mamuju diharapkan menjadi lumbung jagung Sulawesi Barat yang produktif dan berkelanjutan, memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan perekonomian daerah secara keseluruhan.
