Duel Berdarah di Topoyo, Pria Paruh Baya Meregang Nyawa Ditikam Badik

oleh -292 Dilihat
oleh

Penikaman di Desa Topoyo, Mamuju Tengah, Tewaskan Seorang Pria

header img

Mediaex Mamuju Warga Desa Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, digegerkan oleh peristiwa penikaman berdarah yang menewaskan seorang pria berusia 41 tahun bernama Hatta, pada Kamis, 13 November 2025. Insiden ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan memicu kecemasan warga setempat mengenai keamanan lingkungan.

Menurut keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, peristiwa bermula dari perselisihan mulut antara korban, Hatta, dan pelaku yang diidentifikasi bernama Adi (30 tahun). Awalnya, pertengkaran hanyalah adu kata biasa, namun secara tiba-tiba berubah menjadi tragedi. “Mereka saling dorong dan bersitegang. Tidak disangka, pelaku langsung mengeluarkan sebilah badik dan menikam korban beberapa kali,” ujar salah seorang saksi yang enggan disebut namanya.

Korban dilaporkan tersungkur bersimbah darah di tempat kejadian dengan luka tusuk di bagian perut. Meskipun warga segera berusaha membawa Hatta ke puskesmas terdekat, nyawanya tidak tertolong. “Korban meninggal dunia sebelum sempat mendapat pertolongan medis. Kondisi luka sangat parah dan tampak jelas di tubuhnya,” tambah saksi tersebut.

Pelaku, Adi, dilaporkan sempat mencoba melarikan diri setelah menyerang Hatta, namun kemudian berhasil diamankan oleh aparat kepolisian setempat. Kepala Kepolisian Sektor Mamuju Tengah, AKP Andi Rasyid, menyatakan bahwa pelaku kini ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. “Pelaku sudah diamankan dan kami sedang menyelidiki motif serta kronologi kejadian secara lengkap. Langkah ini kami ambil untuk memastikan tidak ada insiden serupa di masa depan,” ujar AKP Rasyid.

Peristiwa ini juga menimbulkan kepanikan dan keprihatinan di kalangan warga Desa Topoyo. Beberapa warga mengaku ketakutan dan berharap pihak berwenang dapat meningkatkan patroli keamanan serta melakukan sosialisasi tentang penanganan konflik agar tragedi serupa tidak terulang.

Selain itu, keluarga korban kini tengah mengurus administrasi kematian dan mempersiapkan pemakaman Hatta. Tetangga dan kerabat korban tampak berkumpul di rumah duka untuk memberikan dukungan moral, menunjukkan solidaritas masyarakat setempat di tengah musibah ini.

Kasus penikaman ini kembali menjadi sorotan mengenai pentingnya pengendalian diri dan penyelesaian konflik secara damai, terutama dalam masyarakat yang dekat secara komunitas. Aparat kepolisian mengimbau warga untuk tetap tenang, menyerahkan penanganan kasus kepada pihak berwenang, dan tidak melakukan aksi balas dendam yang dapat memperburuk situasi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, mengumpulkan bukti-bukti, dan menyiapkan laporan resmi untuk proses hukum pelaku. Kasus ini diperkirakan akan menjadi perhatian media lokal maupun nasional, mengingat dampaknya terhadap rasa aman di Kabupaten Mamuju Tengah.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.